|
Kategori Berita
|
|
negara tetangga terdekatnya dan masih serumpun semakin geram melihat ulah kapal perang malaysia mencoba melanggar batas wilayah dan memasuki wilayah negara kesatuan republik indonesia. Meskipun sudah diusir dan dikejar oleh Tentara Angkatan Laut Indonesia untuk keluar dari wilayah perairan Indonesia namun tetap saja kapal perang Malaysia tidak jerah dan terus melakukan pelanggaran untuk melintasi wilayah perairan Indonesia. Apakah ini adalah bagian dari usaha malaysia untuk mengalihkan perhatian ataupun meredam kasus-kasus lain yang berhubungan antar kedua negara seperti kasus manohara odelia pinot yang melibatkan keluarga kerajaan kelantan, kasus Siti Hajar yang memang di "hajar" dengan setrika oleh majikannya dan masih banyak lagi permasalahan tenaga kerja indonesia (TKI) di malaysia. Masih ingatkah sebelum siti hajar sudah ada kasus terdahulu yaitu nirmala bonat yang juga sekujur tubuhnya melepuh akibat benda panas seperti halnya dialami oleh ibu siti hajar. Mungkin dengan keadaan perekonomian keluarga yang begitu sulit sehingga menyebabkan warga masyarakat kiita berbondong-bondong menjadi TKI ke malaysia untuk mengais rejeki di negara tersebut, meskipun kasus ini sudah pernah terjadi dan sering terjadi namun pengiriman tenaga kerja indonesia tetap dilakukan hingga saat ini. Banyak juga tenaga kerja indonesia (TKI) yang mencari rejeki di negara tetangga kita yang berhasil mengumpulkan pundi-pundi ringgit malaysia namun masih banyak pula yang bukannya mendapatkan dolar ataupun ringgit melainkan mendapatkan malahpetaka seperti yang pernah dialami oleh beberapa saudara kita seperti Nirmala Bonat ibu Siti Hajar. Beliau bahkan tidak mendapatkan gaji sama sekali yang diperoleh hanyalah "setrikaan" oleh majikannya sehingga menyebabkan seluruh badannya melepuh. Bukan hanya baru sekali ini warga negara kita yang mengalami penganiayaan di negeri jiran itu, kalau kita mengingat kembali seperti kejadian yang menimpa saudara-saudara kita sudah sering kali tki yang kembali ke indonesia kadang tidak membawa apa-apa, kadang juga kembali dengan kejiwaan terganggu dan kadang juga hanya dengan membawa pulang sebuah peti mati yang "dibarter" dengan nyawanya. Saya yakin semua warga negara merasa prihatin atas kejadian yang menimpah saudara-saudara kita ini, untuk itu perlu dilakukan pengkajian yang menyeluruh tentang tenaga kerja indonesia agar kedepan permasalahan seperti ini bisa diredam. Namun kita juga harus realistis bahwa keadaan ekonomi di negara kita masih sulit, lapangan perkerjaan sangat sulit diperoleh, oleh karena itu tugas pemerintahlah yang segera menyelesaikan permasalahan ini agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan akan memakan korban nirmala bonat nirmala binat, siti hajar siti hajar yang lainnya.
|