|
Sistem komunikasi bergerak (seluler) adalah suatu system komunikasi yang memberikan layanan jasa telekomunikasi bagi pelanggan bergerak yang berada dalam suatu area layanan. Disebut celluler karena daerah layanannya dibagi-bagi menjadi daerah yang kecil-kecil yang disebut cell. Cell merupakan suatu daerah geografis yang dilayani oleh sekelompok kanal tertentu. Ada tiga macam struktur sel pada GSM, yang dibedakan berdasar pada ukuran dan keadaan trafik yang dilayani, yaitu: Sel Makro (Macro Cell), cakupan hingga 30 km; Sel Mikro (Micro Cell), cakupan hingga 1 km; Sel Piko (Pico Cell), cakupan hingga 100 m.
Jaringan seluler atau dikenal dengan Public Line Mobile Network (PLMN) terdiri atas sejumlah mobile station (unit bergerak) yang dihubungkan dengan jaringan radio ke infrastruktur perangkat switching yang berinterkoneksi dengan system. Sifat dari komunikasi seluler adalah pelanggan mampu bergerak secara bebas di dalam area layanan sambil berkomunikasi tanpa terjadi pemutusan hubungan. Perkembangan Teknologi SelulerGenerasi Pertama Pada generasi pertama dikenal dengan istilah 1 G Wireless. Sistem komunikasi seluler pertama kali beroperasi di Norwegia pada tahun 1981 kemudian diikuti oleh Amerika Serikat dan Ukraina. Pada generasi ini system ini hanya mentransmisikan suara (voice) dengan frekuensi sekitar 900 MHz dan menggunakan modulasi analog. Berikut ini adalah diagram komunikasi pada generasi pertama Generasi Kedua Generasi kedua ini dikenal dengan istilah 2 G Wireless. Pada generasi kedua dikenal teknologi Global System for Mobile Communication (GSM) yang pertama kali digunakan di Eropa pada awal tahun 1990. Pada teknologi GSM menyediakan layanan transmisi suara dan data yang masih dalam jumlah yang terbatas. Teknologi GSM menggunakan modulasi Digital. Generasi Ketiga Generasi ke 3 dikenal dengan istilah 3 G Wireless. Pada generasi ke 3 dikenal teknologi Universal Modile Telecommunication System (UMTS). Pada teknolgi ini selain menyediakan layanan transmisi suara dan data yang lebih besar bisa mencapai 2 Mb/s, juga dapat menggunakan banyak aplikasi internet serta broadband data seperti video dan multimedia. Klasifikasi Wireless - Fixed Wireless, fixed wireless adalah telepon tetap nirkabel atau yang tidak menggunakan kabel. Fixed Wireless dibagi lagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
- Non Celluler, dengan contoh : Infra red communication, point to point communication, LMDS (Local Multipoint Distribution System), Microwave communication.
- Celluler, contohnya PHS (Personal Handy-phone System), CTZ, PACS (Picture Archiving and Communication System), DCS1800 (Digital Cellular System 1800 MHz), DECT (Digital Enhanced Cordless Telecommunications)
- Mobile Wireless, seperti halnya fixed wireless dibagi menjadi dua bagian yaitu :
- Non Celluler, contohnya Paging system (ERMES (Eroupean Radio Messaging System), NTT (Nippon Telegraph and Telephone), NEC, Dispatching system, PAMR (Public Access Mobile Radio).
- Celluler, contohnya GSM, CDMA/IS-95, AMPS, UMTS (Universal Mobile Telecommunications System), PHS (Personal Handy-phone System), DCS1800, NMT450 (Nordic Mobile Telephony-450), TACS (Total Access Communications System), C-450.
Konsep Komunikasi Wireless - Sarana transmisi selain telepon lewat kabel (PSTN=Public Switch Telephone Network)
- Mempercepat pelayanan karena tidak tergantung pada installasi dan perawatan kabel
- Fexibilitas dalam pergerakan dan features yang lebih baik
- Penggunaan kompresi digital mengefektifkan saluran
- Kecepetan aliran bit relative kecil untuk pengguna radio dengan frekuensi rendah
Konsep Telephone Seluler - Mobile service Switching Centre (MSC) adalah inti system seluler
- MSC dihubungkan dengan PSTN
- Area dibagi-bagi dalam cell kecil (1 – 12 km)
- Komponen dasar dalam celluler adalah : cell, MSC dan unit bergerak (ms)
- MSC mengendalikan semua aktivitas hubungan lewat BTS (Base Transceiver Station)
- MS berhubungan dengan MSC melalui BTS yang terdekat (baik secara tetap atau bergerak)
- Pelanggan dapat berpindah dengan bebas dari satu cell ke cell yang lain
- Pada pepindahan harus terjadi proses hand over
- Pelanggan dapat dicari (roaming) melalui koordinasi antar MSC – BTS atau MSC – MSC
Base Transceiver Station (BTS) - Tinggi menara antara 15 – 92 m tergantung pada kondisi lingkungan daerahnya.
- Power pancar efektif maksimum 100 watt
- Antena yang digunakan dalam satu cell dapat lebih dari satu (sektorisasi)
- Pada BTS tersedia combiner untuk menghubungkan beberapa pemancar pada antenna
- Antara BTS dengan Mobile service Switching Centre (MSC) dihubungkan dengan microwave atau kabel dengan saluran berkecepatan 2 Mbps
- BTS hanya menyalurkan informasi dari MS ke MSC atau sebaliknya.
- Power pancar satu BTS menentukan lebar cakupan sebuah cell.
- Untuk mencakup MS dalam gedung digunakan cell yang sangat kecil (micro cell)
Mobile Station (MS) - Terdiri dari unit control, transceiver radio dan antenna
- Unit control terdiri dari perangkat telepon, tombol-tombol, indikasi audio/visual untuk menunjukan proses penyambungan
- Transceiver melakukan transmisi duplex ke BTS
- Gain antenna MS yang digunakan rata-rata 2dB
- Power pancar rata-rata 23 dBm (tergantung pada jarak MS ke BTS)
- Pada saat idle maka MS berada pada kanal control BTS
- MS dapat merubah frekuensi yang digunakan untuk disesuaikan dengan salah satu frekuensi BTS.
Frekuensi - Frekuensi yang digunakan pada band 800, 900 dan 1800 MHz
- Lebar frekuensi pada tiap band adalah 25 MHz
- Frekuensi re-use digunakan karena
- Pita Frekuensi yang tersedia terbatas.
- Power transceiver MS terbatas
- Pelanggan yang banyak dan tersebar
- Masalah frekuensi re-use adalah :
- Interferensi
- Akses MS ke BTS
- Pengaturan lebar cell
- Pengaturan frekuensi dalam satu cell
- Pengaturan level transmit BTS
- Jumlah kanal/slot tiap cell antara 10 – 50 buah tergantung kepadatan tarffik cell tersebut.
Akses MS ke BTS - Frequency Division Multiple Access (FDMA) yaitu pembedaan antara satu saluran dengan saluran yang lain dilakukan dengan pembedaan frekuensi.
- Time Division Multiple Access (TDMA) yaitu pembedaan satu kanal dengan kanal yang lain dilakukan dengan pembedaan waktu (pejadwalan) slot. Dapat saja dilakukan akses dengan cara TDMA/FDMA yaitu satu frekuensi (FDMA) menyalurkan beberapa slot (TDMA).
- Code Division Multiple Access yaitu akses oleh MS dilakukan pada waktu dan frekuensi yang sama sedangkan pembedaan dilakukan hanya dalam pengkodean.
Arsitektur jaringan seluler Arsitektur jaringan seluler terdiri dari perangkat yang saling mendukung : - Base Station System (BSS) yang terdiri dari 3 perangkat yaitu :
- Mobile Station (MS), yaitu perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk dapat memperoleh layanan komunikasi bergerak. MS dilengkapi dengan sebuah smartcard yang dikenal dengan Subscriber Identity Module (SIM) yang berisi nomor identitas pelanggan.
- Base Station Controler (BSC), yaitu yang membawahi beberapa Base Transceiver System (BTS) dan mengatur trafik yang datang dan pergi dari BSC menuju MSC atau BTS.
- Base Transceiver Station (BTS), perangkat pemancar dan penerima yang memberikan layanan radio kepada mobile station (MS).
- Network Switching System (NSS), Berfungsi sebagai switching pada jaringan seluler, manajemen jaringan, sebagai interface dengan jaringan lainnya. Komponen NSS terdiri dari :
- Mobile Switching Centre (MSC), merupakan unit pusat pada NSS yang berfungsi sebagai pengontrol trafik semua BSC.
- Home Location Register (HLR), database yang menyimpan dan data pelanggan
- Autentication Center (AuC), unit ini menyediakan parameter autentikasi dan enkripsi yang memeriksa identitas pemakai dan memastikan kemantapan dari setiap call.
- Visitor Location Register (VLR), database yang memiliki informasi pelanggan sementara yang diperlukan oleh MSC untuk melayani pelanggan yang berkunjung dari area lain.
- Operation and Support System (OSS), memiliki 3 fungsi utama yaitu :
- Memelihara semua perangkat telekomunikasi dan operasi jaringan.
- Manajemen semua prosedur billing
- Manajemen semua perangkat mobile dan system
|